sbobet mobile, sbobet wap Sbobet judi online sbobet Maxbet Casino online,Judi Poker,Agen Bola,Judi Bola,Agen Sbobet

Agen Casino Online Indonesia Bisakah Menjadi Atlet Hanya Dengan Membaca?

November 20, 2013 Berita Olah Raga

Agen Casino Online Indonesia Bisakah Menjadi Atlet Hanya Dengan Membaca? – Dewasa ini banyak sekali ditemukan buku-buku “Cara Menjadi” Contoh paling sederhana adalah buku “Cara Menjadi Kaya Hanya Modal Dengan Dengkul” atau buku-buku cara menjadi kaya lainnya. Cara menjadi ini tidak terbatas hanya dalam hal ekonomi atau menjadikan seseorang lebih kaya dan lebih makmur serta sejahtera secara ekonomi tetapi juga cara-cara menjadi yang lainnya. Cara menjadi sutradara, menjadi penulis bahkan yang lebih konyol adalah cara menjadi ahli sesuatu melalui buku. Tentu sebuah hal yang menggelikan dengan membaca tiba-tiba setelah usai membaca kita menjadi sesuatu sesuai dengan buku tersebut. Mungkin hanya orang-orang yang percaya hasil instan saja yang kemudian mempercayai hal tersebut.

Lebih konyol adalah ketika seseorang kemudian membaca buku tentang “Cara Menjadi Atlet yang Hebat” tetapi kemudian hanya berangan-angan akan menjadi atlet hebat tersebut tanpa pernah berlatih sebelumnya. Hal yang sangat menggelikan memang. Karena buku hanyalah alat bantu dan pemandu tetapi bukan alat utama untuk mencapai tujuan tersebut. Buku hanya memaparkan cara-cara dan teknik yang benar tetapi jika seseorang tidak pernah berlatih maupun tidak pernah kemudian berpraktik teknik-teknik yang ada di buku tersebut maka impian untuk menjadi jago hanyalah sia-sia dan angan-angan belaka. Impian dan khayalan dibedakan karena adanya usaha untuk mencapai apa yang diimajinasikan kalau tidak ada usahanya maka itu hanyalah sekadar mimpi di siang bolong.

Seseorang yang menginginkan menjadi seorang atlet maka tidak ada cara lain selain berlatih dan terus berlatih. Fungsi latihan adalah untuk mengencangkan otot refleks yang terjadi dalam otok sehingga gerakan seolah menjadi biasa saja. Ilustrasinya begini seorang atlet bulu tangkis akan berlatih terus menerus untuk mengayunkan raket. Seorang Susi Susanti bercerita bahwa pada waktu kecil dia terus mengayun raket tanpa shuttle cock sebanyak 1.000 kali dalam setiap hari. Hal itu dia bilang agar tangannya sudah terbiasa untuk mengayun dan refleks menepok bulu angsa tersebut menjadi semakin lancar.

Hal lain agar menjadikan seseorang menjadi atlet yang berprestasi adalah sebuah mental juara. Mental juara ini penting karena mengatur bagaimana pola pikir sang atlet. Mental juga lah yang membuat sang atlet tidak akan pernah bosan untuk menjalankan latihan. Pola pikir tidak pernah bosan akan mempengaruhi sang atlet bahwa latihan ini sangat berguna untuk kemajuan prestasinya tersebut. Sebuah hal yang membedakan seorang atet juara dengan atlet biasa. Seorang atlet walaupun tidak mempunyai bakat jika terus menerus berlatih maka akan bisa melampaui seorang atlet yang berbakat yang tidak pernah latihan. Hal ini terjadi misalnya di tim nasional Brazil tahun 2006, mereka usai menjuarai Piala Dunia 2002, seolah malas untuk melakukannya lagi sehingga terlihat malas untuk menjalani latihan akibatnya langkah mereka terhenti hanya sampai perempat final.