Alexis Sanchez Si Cadangan Super

November 27, 2013 Berita BolaBerita Olah RagaBerita Sepak Bola

Alexis Sanchez Si Cadangan Super

Alexis Sanchez Si Cadangan Super – Tentunya adalah sebuah kebanggaan tersendiri bagi seorang pemain jika dapat merumput bersama sebuah klub yang memenangkan banyak kejuaraan. Di saat yang bersamaan, kalau pun bermain di klub tersebut tetapi kemudian hanya menjadi bagian cadangan dari sebuah permainan, maka akan tidak bangga juga atau hanya bangga sedikit saja kemudian menerima kenyataan bahwa si pemain hanyalah bagian cadangan yang merupakan rencana pengganti jika para pemain inti gagal menunjukkan performa terbaik. Di Barcelona hal ini mungkin yang menjadi pertimbangan pemain seperti Alexander Hleb, Martin Caceres dan baru-baru ini adalah Thiago Alcantra demi mendapat jatah bermain lebih banyak. Mereka mungkin senang mencatatkan namanya juga sebagai juara tetapi kalau hanya bermain sedikit buat apa?

Tetapi, tidak bagi Alexis Sanchez. Pemain Chili tersebut memutuskan pindah ke Barcelona dari Udinese setelah diperhitungkan sebagai salah satu bintang muda yang menjanjikan. Tetapi, kemudian kebintangan pemain Chili itu seakan meredup dan berada di bawah bayang-bayang mega bintang milik Barcelona lainnya seperti Xavi, Iniesta dan tentu saja sang primadona Lionel Messi. Bahkan bisa dikatakan sinar Sanchez kalah terang dibanding para pemain muda Barcelona binaan La Masia seperti Pedro contohnya. Namun, hal-hal tersebut tidak membuat Alexis Sanchez gentar dan takut untuk terus bertahan di Barcelona. Dia tetap memilih untuk bersaing dengan para pemain lainnya.

Gaya Tiki-Taka Barcelona yang ditemukan dan dikembangkan oleh mantan pelatih Barcelona yang kini menukangi Bayern Munchen, Josep Guardiola, memanjakan para gelandang dan penyerang untuk berlama-lama memegang bola dan mengusai bola agar lawan tertarik menekan atau istilahnya football possesion. Maka, kemudian pemain seperti Alex Sanchez yang bertipe finisher agak sulit untuk menembus tim utama. Pep serta Tito lebih memilih untuk menurunkan Pedro yang sudah berpengalaman bermain dan nyetel untuk main dengan gaya tiki-taka daripada Sanchez yang belum bisa beradaptasi dengan permainan bola Tetapi, akhirnya nasib berpihak padanya, pergantian pelatih dari Pep kepada Tito kemudian berganti lagi menjadi Martino, membuat Sanchez lebih nyetel dengan gaya permainan Martino yang lebih mementingkan banyak gol daripada penguasaan peluang.

Memang tidak ada perubahan secara signifikan tetapi Martino bisa mengadaptasi gaya permainannya yang direct attack ke tiki-taka atau tika-taka yang lebih direct attack maka dengan gaya inilah kemudian Alexis Sanchez menemukan lagi sinarnya. Baru-baru ini kemudian di Wembley pada saat jeda internasional, Chile melawan Argentina, Sanchez kembali menunjukkan kelasnya dengan menundukkan Inggris lewat dua golnya. Atas kemenangan ini Chile menang 2-0 atas Inggris. Maka, bolehlah kita sambut Alexis Sanchez yang sedang naik daun.