sbobet mobile, sbobet wap Sbobet judi online sbobet Maxbet Casino online,Judi Poker,Agen Bola,Judi Bola,Agen Sbobet

Jim Boyce Terkejut Dengan Pernyataan Jerome Valcke

January 11, 2014 Berita BolaBerita Olah RagaBerita Sepak Bola

 

Jim Boyce Terkejut Dengan Pernyataan  Jerome Valcke – Badan sepakbola tertinggi di dunia FIFA mengalami permasalahan internal. Dalam perhelatan Piala Dunia 2022, terjadi ketidak-seimbangan penuturan antara sekjen Jerome Valcke dan wakil presiden Jim Boyce mengenai waktu penyelenggaraan untuk kali pertama di benua Timur Tengah, Qatar.

Valcke sebelumnya sempat mengemukakan rencana untuk tidak menggelar perhelatan putaran final Piala Dunia 2022 di Qatar pada musim panas antara bulan Juni dan Juli, seperti yang kerap kali dilakukan dalam ajang empat tahunan tersebut.

Presiden FIFA Sepp Blatter sebelumnya telah lama menegaskan bahwa tidak akan mudah untuk menggelar Piala Dunia 2022 di Qatar pada musim panas.

Dan kini tangan kanan Blatter, Jerome Valcke, sepertinya telah mendahului keputusan dari petinggi FIFA dan dalam sebuah wawancara dengan stasiun radio Prancis, dirinya mengungkapkan kalau putaran final akan dimainkan pada pertengahan November dan pertengahan Januari.

Ia mengatakan: “Tenggat waktu penyelenggaraan Piala Dunia (di Qatar) bukan bulan Juni-Juli. Sejujurnya, saya pikir akan jauh lebih baik bila dilaksanakan pada 15 November dan 15 Januari.

“Jika anda bermain pada 15 November dan akhir Desember, maka kondisi cuaca pada saat itu sangat baik, ketika anda berada dalam temperatur yang sama di musim gugur di Eropa, sekitar 25 derajat celcius. Ini merupakan waktu yang paling tepat untuk bermain sepakbola.”

Klaim dari Valcke itu tentu saja mengundang reaksi dan kritikan pedas, meski tiga bulan sebelumnya setelah Blatter mengungkapkan bahwa keputusan mengenai Piala Dunia Qatar baru akan menemui titik terang sampai perhelatan Piala Dunia 2014 di Brasil.

Karena Blatter berjanji untuk membicarakan hal ini dengan seluruh kontestan di Piala Dunia dan pemangku kepentingan yaitu pemain itu sendiri, klub, liga dan juga asosiasi di seluruh bangsa-bangsa, sebelum menentukan sebuah sikap.

Bahkan sejak pemungutan suara yang dilakukan pada 2010 dengan memenangkan Qatar sebagai salah satu pihak penyelenggara mengundang kritikan dan apalagi merubah kalender persepakbolaan yang sudah ditetapkan selama berpuluh-puluh tahun, tentunya semakin membuat keputusan ini jadi bumerang bagi FIFA.

Mendengar hal tersebut ketua eksekutif Liga Premier Richard Scudamore mengatakan kepada pihak media pada Agustus lalu, bahwa akan sangat mustahil untuk memindahkan kompetisi itu ke musim dingin, kendati sejauh ini dirinya belum menanggapi pernyataan dari Valcke.

Wakil presiden FIFA, Jim Boyce, bahkan sangat terkejut dengan pernyataan tersebut – dan menegaskan bahwa keputusan harus diambil oleh komite eksekutif.

Ia mengatakan: “Saya benar-benar terkejut mendengar hal tersebut pada pagi ini, ketika Jerome mengungkapkan hal tersebut.

“Sebagaimana yang saya tahu, hal ini tentunya juga melibatkan sejumlah pihak terkait dan yang berkepentingan di lapangan hijau dan kemudian menerima laporan kembali oleh pihak komite eksekutif FIFA dan sejauh ini belum ada keputusan akhir mengenai perhelatan Piala Dunia 2022, hingga keputusan itu ditentukan pada Desember 2014 atau Maret 2015.

“Sejauh yang saya tahu keputusan itu belum berubah dan tidak ada yang mengatakan sesuatu hal pun kepada saya atas perubahan ini.”

Sementara Boyce, yang merupakan pria asal Irlandia Utara, mengatakan keputusan dari Valcke tidak luput hanya pendapat pribadi.

Ia juga mengatakan bahwa pendapat umum mengenai Piala Dunia 2022 kemungkinan tidak dapat digelar pada musim panas berkenaan dengan suhu dan kelembaban udara yang sangat tinggi. Hal tersebut juga sebelumnya mendapatkan tanggapan yang sama dari 54 anggota negara dan presiden FIFA Sepp Blatter belum mencari alternatif yang lain mengenai tenggat waktu yang cocok.